Sabtu, 14 Januari 2012

PEMILIHAN DAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN

PEMILIHAN DAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN

I.            PEMILIHAN MEDIA
   A.    Dasar Pertimbangan Pemilihan Media
              1.      Alasan Teoritis Pemilihan Media
         Alasan pokok pemilihan media dalam pembelajaran, karena didasari atas konsep pembelajaran sebagai sebuah sistem yang didalamnya terdapat suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan.
             2.      Alasan Praktis Pemilihan Media
a.       Demonstration
        Dalam hal ini media dapat digunakan sebagai alat untuk mendemonstrasikan sebuah konsep, alat, objek, kegunaan, cara mengoperasikan, dan lain-lain. Media berfungsi sebagai alat peraga pembelajaran.
b.      Familiarity
       Pengguna media pembelajaran memiliki alasan pribadi mengapa ia menggunakan media, yaitu karena sudah terbiasa menggunakan media tersebut, merasa sudah menguasai media tersebut, jika menggunakan media lain belum tentu bias dan untuk mempelajarinya membutuhkan waktu, tenaga dan biaya, sehingga secara terus-menerus ia menggunakan media yang sama.
c.       Clarity
      Alasan ketiga ini mengapa guru menggunakan media adalah untuk lebih memperjelas pesan pembelajaran dan memberikan penjelasan yang lebih konkrit. Pada praktek pembelajaran, masih banyak guru tidak menggunakan media atau tanpa media, metode yang digunakan dengan ceramah (ekspository), cara seperti ini memang tidak merepotkan guru untuk menyiapkan media, cukup dengan m,enguasai materi, maka pembelajarannya dapat berlangsung.
d.      Active Learning
      Media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukan oleh guru. Salah satu aspek yang harus diupayakan oleh guru dalam pembelajaran adalah siswa harus berperan secara aktif baik secara fisik, mental dan emosional.
B.     Prinsip-Prinsip Pemilihan Media
1.      Menentukan jenis media yang tepat. Artinya, sebaiknya guru memilih terlebih dahulu media manakah yang sesuai dengan tujuan dan bahan pelajaran yang diajarkan;
2.      Menetapkan atau mempertimbangkan subjek yang tepat. Artinya perlu diperhitungkan apakah penggunaan media itu sesuai dengan tingkat kematangan atau kemampuan anak didik;
3.      Menyajikan media dengan tepat. Artinya teknik dan metode penggunaan media dalam pengajaran harus disesuaikan dengan tujuan, bahan, metode waktu dan sarana;
4.      Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat, dan situasi yang tepat. Artinya, kapan dan dalam situasi mana pada waktu  mengajar media digunakan.
C.     Faktor-Faktor yang Mempengaruhi dalam Pemilihan Media Pembelajaran
1.      Objektifitas. Metode dipilih bukan atas kesenangan atau kebutuhan guru, melainkan keperluan sistem belajar. Karena itu perlu masukan dari siswa.
2.      Program pengajaran
      Program pengajaran yang akan disampaikan kepada anak didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik menyangkut isi, struktur maupun kedalaman.
3.      Sasaran program
      Media yang akan digunakan harus dilihat kesesuaiannya dengan tingkat pekembangan anak didik, baik dari segi bahasa, symbol-simboln yang digunakan, cara dan kecepatan maupun waktu penggunaannya.
4.      Kualitas teknik
      Barangkali ada rekaman suara atau gambar-ganbar dan alat-alat lainnya yang perlu penyempurnaan sebelum digunakan. Misalnya suara tau gambar yang kurang jelas, keadaannya telah rusak, ketidaksesuaian dengan alat yang lainnya.
D.    Kriteria pemilihan media
1.      Kesesuaian dengan tujuan (instrusional goals)
         Untuk pemakaian media Perlu di kaji tujuan pembelajaran apa yang ingin dicapai dalam suatu kegiatan  pembelajaran. Dari kajian tujuan tersebut bisa di analisis media apa saja yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut.Selain itu analisis dapat diarahkan pada tujuan yang bersifat kognitif,afektif, dan psikomotorik. Kriteria pemilihan media didasarkan atas kesesuaiannya.Kriteria pemilihan media didasarkan atas kesesuainnya dengan standar kompetisi, kompetesi dasar dan terutama indicator
2.      Kesesuaian dengan materi pembelajaran
          Bahan atau kajian apa yang diajarkan pada program pembelajaran tersebut. Pertimbangan lainnya, dari bahan tersebut sudah sampai sejauh mana kedalaman yang harus dicapai, dengan demikian kita bisa mempertimbangkan media apa yang sesuai dengan penyampaian bahan tersebut.
3.      Kesesuaian dengan karakteristik pengajar atau siswa
Dalam hal ini media haruslah familiar dengan karakteristik siswa atau guru. Yaitu mengkaji sifat-sifat dan media yang akan digunakan. Bagaimana karakteristik mereka, berapa jumlahnya, bagaimana latar belakang sosialnya, apakah ada yang berkelainan, bagaimana motivasi dan minat belajarnya? dan seterusnya.  Karena pada akhirnya sasaran inilah yang akan mengambil manfaat dari media pilihan kita itu
4.      Kesesuaian dengan teori
            Pemilihan media didasarkan atas kesesuaian dengan teori. Media dipilih bukan karena fanatisme guru terhadap media yang paling disukai, namun didasarkan atas teori yang diangkat dari penelitian dan riset sehingga telah teruji validitasnya.
5.      Kesesuaian dengan gaya belajar siswa
            Kriteria ini didasarkan atas kondisi psikologis siswa, bahwa siswa belajar dipengaruhi pula oleh gaya belajar siswa. Bobbi DePorter (1999: 117) dalam buku “Quantum Learning” mengemukakan terdapat 3 gaya belajar siswa, yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Media disesuaikan dengan tipe gaya belajar siswa.
6Kesesuaian dengan kondisi lingkungan, fasilitas pendukung yang tersedia. Bagaimanapun bagusnya sebuah media apabila tidak didukung oleh fasilitas dan waktu maka kurang efektif.
7.      Karateristik media yang bersangkutan
   Kita tidak akan dapat memilih media dengan baik jika kita tidak mengenal dengan baik karakteristik masing-masing media. Karena kegiatan memilih pada dasarnya adalah kegiatan membandingkan satu sama lain, mana yang lebih baik dan lebih sesuai dibanding yang lain. Oleh karena itu, sebelum menentukan jenis media tertentu, pahami dengan baik bagaimana karaktristik media tersebut.
8.      Waktu
      Yang dimaksud waktu di sini adalah berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengadakan atau membuat media yang akan kita pilih, serta   berapa lama waktu yang tersedia / yang kita memiliki, cukupkah ? Jangan sampai pula terjadi,  media yang telah kita buat dengan menyita banyak waktu,  tetapi pada saat digunakan dalam pembelajaran ternyata kita kekurangan waktu.
E.     Kriteria khusus pemilihan Media
1.      Access
   Kemudahan access menjadi pertimbangan pertama dalam memilih media. Siswa harus memperoleh acces dalam hal ini media harus merupakan bagian dalam interaksi dan aktivitas siswa, bukan hanya guru yang menggunakan media tersebut.
2.      Cost
      Biaya juga harus dipertimbangkan. Semakin banyak yang menggunakan media, maka unit cost dari sebuah media akan semakin menurun. Media yang efektif tidak selalu mahal jika guru kreatif dan menguasai betul materi pelajaran maka akan memanfaatkan objek-objek untuk dijadikan sebagai media dengan biaya yang murah namun efektif.
3.      Technology
      Mungkin saja kita tertarik kepada satu media tertentu. Tapi kita perlu perhatikan pula apakah teknologinya tersedia dan mudah menggunakannya. Contohnya, kita menggunakan  media audio visual di kelas maka perlu dipertimbangakan apakah terdapat listrik, voltase listrik yang cukup dan sesuai.
4.      Interactivity
      Media yang baik adalah yang dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interactivitas. Contohnya, siswa menggunakan puzzle, siswa dapat menggunakannya sendiri dan menyusun gambar hingga lengkap.
5.      Organization
      Pertimbangan yang juga penting adalah dukungan organisasi. Contohnya, apakah pimpinan sekolah atau yayasan mendukung ? bagaimana pengorganisasiannya ?
6.      Novelty
      Kebaruan dari media yang dipilih juga harus menjadi pertimbangan. Media yang lebih baru biasanya lebih baik dan lebih menarik bagi siswa. Diantara media yang relative baru adalah media yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi khususnya penggunaan internet.
F.     Prosedur pemilihan Media pembelajaran  
Untuk jenis media rancangan (by design), beberapa macam cara  telah dikembangkan untuk memilih media.  Dalam proses pemilihan ini,  Anderson (1976) mengemukakan prosedur pemilihan media menggunakan pendekatan flowchart (diagram alur). Dalam proses tersebut ia mengemukan beberapa  langkah dalam pemilihan dan penentuan jenis penentuan media, yaitu :
1.   Menentukan apakah pesan yang akan kita sampaikan melalui media termasuk  pesan pembelajaran atau hanya sekedar  informasi umum / hiburan.   Jika  hanya sekedar informasi umum akan diabaikan karena prosedur yang dikembangkan khusus untuk pemilihan media yang bersifat / untuk keperluan pembelajaran.
2.   Menentukan apakah media itu dirancang untuk keperluan pembelajaran atau hanya sekedar alat bantu mengajar bagi guru  (alat peraga). Jika sekedar alat peraga,  proses juga dihentikan ( diabaikan).
3.   Menentukan apakah tujuan pembelajaran lebih bersifat kognitif, afektif atau psikomotor.
4.   Menentukan jenis media yang  sesuai untuk jenis tujuan yang akan dicapai, dengan mempertimbangkan kriteria lain seperti kebijakan, fasilitas yang tersedia, kemampuan produksi dan beaya.
5.   Mereview kembali jenis media yang telah dipilih, apakah sudah tepat atau masih terdapat kelemahan, atau masih ada alternatif jenis media lain yang lebih tepat.
6.   Merencanakan, mengembangkan dan memproduksi media.
 Pendekatan lain yang dapat digunakan dalam memilih media adalah pendekatan secara matrik.  Salah satu dari pendekatan ini  adalah yang dikemukakan oleh Alen.  Matrik ini memberikan petunjuk yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih media yang sesuai dengan jenis tujuan pembelajaran tertentu.
      II.            PENGEMBANGAN MEDIA
        A.       Poster
      Poster mampu memperngaruhi perilaku, sikap, dan tata nilai masyarakat untuk berubah atau melakukan   sesuatu. Hal yang membuat poster memiliki kekuatan untuk dicerna oleh orang yang melihat, karena poster lebih menonjolkan kekuatan pesan, visual, dan warna. Hal tersebut sesuai dengan pandangan Nana Sudjana (2005:51) bahwa poster adalah media yang mengkombinasikan antara visual dari rancangan yang kuat dengan warna serta pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya.
Ø  Penggunaan poster dalam pembelajaran
1)      Digunakan sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar, dala hal ini poster digunakan saat guru menerangkan sebuah materi kepada siswa. Poster yang digunakan harus relevan dengan tujuan dan materi. Poster disediakan guru baik dengan cara membuat sendiri maupun dengan cara membeli atau menggunakan yang sudah ada.
2)      Digunakan diluar pembelajaran yang bertujuan untuk memotivasi siswa, sebagai peringatan, ajakan, propaganda atau ajakan untuk melakukan sesuatu yang positif dan penanaman nilai-nilai social dan keagamaan. Poster pembelajaran biasanya mengangkat tema-tema yang spesifik sesuai dengan kurikulum. 
B.     Flipchart
     Flipchart dalam pengertian sederhana adalah lembaran-lembaran kertas menyerupai album atau kalender berukuran 50 x 75 cm, atau ukuran yang lebih kecil 21 x 28 cm sebagai flipbook yang disusun dalam urutan yang diikat padfa bagian atasnya. Dalam penggunaannya dapat dibalik jika pesan pada lembaran depan sudah ditampilkan dan digantikan dengan lembar berikutnya yang sudah disediakan. Flipchart hanya cocok untuk digunaka di kelompok kecil yaitu 30 orang. Sedangkan flipbook untuk 4-5 orang. Flipchart merupakan salah satu media cetakan yang sangat sederhana dan cukup efektif.
     Flipchart cukup efektif karena dapat dijadikan sebagai media (pengantar) pesan pembelajaran yang secara terencana ataupun secara langsung disajikan pada flipchart. Indicator efektif adalah tercapainya tujuan atau kompetensi yang sudah direncanakan. Penggunaan flipchart merupakan salah satu cara guru dalam menghemat waktunya untuk menulis di papan tulis.

C.     Bagan
     Bagan menurut Nana Sudjana ( 2005:27 ) adalah kombinasai antara media grafis, gambar, dan foto yang dirancang untuk memvisualisasikan secara logis dan teratur mengenai fakta pokok atau gagasan. Sebagai media visual, bagan merupakan media yang membantu menyajikan pesan pembelajaran melalui visualisasi dengan tujuan metri yang kompleks dapat disederhanakan sehingga siswa nudah untuk mencerna model-model tersebut.
     Kegunaan bagan adalah untuk menunjukan hubungan, keterkaitan, perbandingan, jumlah yang relative, perkembangan tertentu, proses tertentu, mengklasifikasikan, dan pengorganisasian.
     Jenis-jenis bagan :
·         Bagan pohon
·         Bagan alir
·         Bagan arus
·         Bagan table
D.    Grafik
     Secara sederhana grafik dapat diartikan sebagai media yang memvisualisasikan data-data dalam bentuk angka. Grafik menggambarkan hubungan satu dua atau lebih data atau grafik dengan data yang swama menggambarkan hubungan penting dari suatu data. Tujuan pembuatan grafik adalah menunjukan perbandingan, informasi, kualitatif dengan cepat serta sederhana.
     Jenis-jenis grafik :
·         Grafik garis
·         Grafik batang
·         Grafik lingkaran
Ø  Penggunaan grafik dalam pembelajaran
Ø  Grafik divisualisasikan dengan bantuan objek dalam bentuk garis, batang, dan gambar. Grafik paling baik digunakan dalam pembelajaran pada materi berupa ringkasan pelajaran setelah siswa memperoleh informasi lain dari berbagai sumber.
Ø  Para siswa tidak akan mengalamni kesulitan dalam memnahami pesan yang disajikan melalui grafik, hal tersebut disebabkan karena grafik sendiri bukan sesuatu yang asing bagi siswa. Yang terpenting grafik menggambarkan informasi secara ringkas.
Ø  Jika grafik ingin disesuaikan dengan materi maka dengan mudah dapat membuatnya sendiri. Terdapat beberapa pogram aplikasi melalui computer untuk membuat grafik. Misalnya membuat grafik melalui Microsoft word, excel dan power poin.
E.     Komik
     Komik dapat didefinisikan sebagai bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan menerapkan suatu cerita dalam urutan yang erat hubungannya dengan gambar dan dirancang memberikan hiburan kepada para pembaca.
Ø Komik dalam pembelajaran
     Begitu maraknya komik di masyarakat dan begitu tingginya kesukaan terhadap komik hal tersebut mengilhami untuk dijadikannya komik sebagai media pembelajaran. Salah satu kelebihan dari komik seperti penelitiaan yang dilakukan Thorndike, mengetahui bahwa anak yang membaca komik lebih banyak misalnya dalam sebulan minimal satu buah buku komik maka sama dengan membaca buku-buku pelajaran dalam setiap tahunnya, hal ini berdampak pada kemampuan membaca siswa dan penguasaan kosa kata yang lebih banyak. Kelebihan komik yang lainnya adalah penyajiaanya mengandung unsure visual dan cerita yang kuat. Ekspresi yang divisualisasikan membuat pembaca terlibat secara emosional sehingga membuat pembaca untuk terus membacanya hingga selesai.Hal inilah yang juga menginspirasi komik yang isinya materi-materi pelajaran. Kecenderungan yang ada siswa tidak begitu menyukai buku-buku teks apalagi yang tidak disertai gambar dan ilustrasi yang menarik.

F.      Media Foto
     Foto merupakan salah satu media pembelajaran yang cukup popular dan sudah lama digunakan dalam pembelajaran. Hal ini karena foto cukup praktis, sederhana, mudah digunakan tidak membutuhkan alat proyeksi dan tidak membutuhkan peralatan tambahan. Media foto termasuk kategori gambar diam ( still picture ) artinya sajian visual dalam foto tidak bergerak. Foto dapat digunakan dalam pembelajaran secara individual, kelompok kecil atau kelompok besar.
Ø Penggunaan foto dalam proses pembelajaran
1)      Pergunakanlah foto untuk tujuan-tujuan pembelajaran yang spesifik, yaitu dengan cara memilih gambar tertentu yang akan mendukung penjelasan inti atau pokok-pokok pembelajaran. Sebab tujuan pokok itu akan mengarahkan siswa kejelasan materi, keterlibatan media secara langsung dengan materi dan ketertarikan siswa terhadap materi pembelajaran semakin tinggi.
2)      Memadukan foto dengan bahan belajar lainnya. Bahan belajar yang biasa digunakan siswa diantaranya buku, modul, makalah, LKS, CD pembelajaran, poster, dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut perlu dilengkapi dengan foto yang berisi ibjek realistis, dengan demikian akan menambah jelas bahan-bahan ajar tersebut, menghindari persepsi yang beragam, dan menarik minat belajar siswa. Misalnya, buku dilengkapi dengan ilustrasi foto, CD interaktif disisipi foto, begitu juga pembelajaran langsung ( face to face ). Guru sesekali menunjukkan foto yang ada kaitannya dengan materi yang diajarkan.
3)      Pergunakanlah gambar sesuai kebutuhannya tidak terlalu banyak, namun memiliki relevansi tinggi dengan materi yang sedang diajarkan. Jumlah gambar yang sedikit dan terpilih akan lebih baik daripada gambar yang banyak tapi kurang memberikan makna. Ilustrasi foto yang berlebihan justru akan mengganggu konsentrasi dan focus perhatian siswa akan terbagi kepada gambar-gambar tersebut. Jadi yang terpenting adalah pemusatan perhatian pada gagasan utama.
4)      Kurangilah penambahan kata-kata pada ilustrasi foto. Foto sangat penting dalam mengembangkan kata-kata atau gagasan baru. Misalnya, pada pelajaran sejarah, siswa dengan mengamati gambar-gambar candi gaya Jawa Tengah dan jawa Timur menjelaskan mengapa bentuknya tidak sama, apa ciri-ciri yang membedakan yang satu dengan yang lainnya..
5)      Pembelajaran mandiri melalui fotonovela..fotonovela adalah pengemasan media foto yang digabungkan dengan format novel atau cerita. Fotonovela dapat digunakan oleh siswa untuk mempelajari sebuah materi secara individual atau belajar mandiri. Misalnya fotonovela tentang cirri-ciri makhluk hidup, pencemaran lingkungan, proses pembuatan kertas daur ulang, dan lain-lain. 
G.    Overhead Projector
     Pada dasrnya OHP ( overhead projector ) berguna untuk memproyeksikan transparankearah layar yang jaraknya relative pendek, dengan hasil gambar atau tulisan yang cukup besar. Projector ini direncanakan dibuat untuk digunakan oleh guru di depan kelas dengan penerangan yang normal, sehingga tetap terjadi komunikasi antara guru dengan siswa.
Ø Penggunaan OHP dalam pembelajaran
1)      Pengganti papan tulis dengan menggunakan pen khusus yang dituliskan pada lembaran transparan atau plastic atau gulungan transparan.
2)   Tempat menunjukkan atau memproyeksikan transparan yang telah disiapkan sebelumnya.
3)      Tempat menunjukkan bayangan suatu benda
4)      Tempat menunjukkan model-model barang kecil baik dalam bentuk gerak atau diam
5)      Untuk mendemonstrasikan suatu percobaan
6)      Untuk menunjukkan diagram alir suatu sistem tertentu
7)      Untuk memperlihatkan suatu sistem tertentu
H.    Media Audio
1.   Alat perekam
         Alat perekam berfungsi untuk memperdengarkan audio ( player ) pada umumnya menggunakan tape yang menggunakan kaset. Sesuai dengan perkembangan teknologi sekarang sudah banyak alat perekam audio, seperti ipod, mp3, dan lain-lain. Materi pelajaran terlebih dahulu disiapkan kemudian direkam dan disajikan baik dikelas classical dengan jumlah siswa banyak maupun untuk belajar secara mandiri. Materi pelajaran yang dapat disajikan diantaranya : ppembelajaran musik literacy ( pembacaan sajak ), pembelajaran bahasa asing, dan lain-lain.
2.   Laboratorium bahasa
         Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa mendengarkan dan berbicara dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya, media yang digunakan adalah alat perekam. 
I.       Multimedia projector
     Kini, hampir sebagian besar pasar projector dikuasai oleh projector digital. Mulai dari yang berteknologi LCD ( Liquid Crystal Display ), DLP ( digital Light Processing ), sampai tenologi terbaru yang kini tengah beranjak popular, LCOS ( Liquid Crystal On Single Crystal Silicon ). Tidak heran, karena projector digital ini memang bobotnya relative ringan, dan harganya pun relative jauh dibawah projector CRT. Untuk melakukan mengajar sudah sangat memungkinkan guru untuk menggunakan multimedia projector atu lebih dikenal dengan LCD projector.
     Multimedia projector adalah sebuah alat proyeksi yang mampu menampilkan unsure-unsur media seperti gambar, teks, video, animasi, video baik secara terpisah maupun gabungan diantara unsure-unsur media tersebut dapat dikoneksikan dengan perangkat elektronika lainnya seperti computer, video player, dan lain-lain. Yang dapat digunakan untuk kegiatan presentasi, pembelajaran, pemutaran film, dan lain-lain

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar